Akademik

Program Studi Teknik Mesin secara rutin melakukan evaluasi dan pemutakhiran kurikulum setiap 5 tahun, sebagai respon terhadap perkembangan atau perubahan kebutuhan pemangku kepentingan, regulasi (yang ditetapkan oleh pemerintah dan universitas), serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Kurikulum Program Studi Sarjana Teknik Mesin UMI tahun 2023 ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE) serta merujuk pada KKNI/SN DIKTI. Sebagai anggota tetap Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) evaluasi kurikulum juga diselaraskan dengan kurikulum inti yang dikeluarkan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) dan sejalan dengan kriteria yang ditetapkan oleh Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).

Untuk mencapai gelar sarjana mahasiswa wajib menempuh 146 sks yang tersebar pada 58 mata kuliah yang terdiri dari 53 mata kuliah wajib (131 sks) dan 5 mata kuliah pilihan (15 sks) yang dipilih berdasarkan konsentrasi peminatan mahasiswa yaitu Konsentrasi Konversi Energi, Konsentrasi Konstruksi Mesin dan Konsentrasi Materian dan Manufaktur.

Dari 58 mata kuliah yang ada dikelompokkan menjadi: (a) Mata Kuliah Muatan Lokal berupa ciri khusus dan kajian umum non teknik mesin sebanyak 18 sks (6 sks diantaranya dilaksanakan di Pesantern Darul Mukhlisin Padang Lampe dalam bentuk Pencerahan Qalbu), (b) Mata Kuliah Basic Science dan Matematika sebanyak 30 sks, (c) Mata Kuliah Dasar Teknik Mesin sebanyak 39 sks, (d) Mata Kuliah Perancangan Teknik dan Proyek sebanyak 46 sks dan (e) Mata Kuliah Keahlian Komprehensif sebanyak 12 sks.

Akreditasi Teknik Mesin

Program Studi Teknik Mesin Terakreditasi Unggul