Makassar — Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (FT-UMI) melalui Program Studi Arsitektur kembali melaksanakan kegiatan akademik unggulan berupa Pelepasan Mahasiswa Studi Ekskursi Tahun 2026 dengan tujuan Singapura–Malaysia serta Yogyakarta–Surabaya, pada Rabu, 5 Februari 2026, bertempat di Aula Ir. H. Rapi Mentahing.
Kegiatan pelepasan ini menjadi bagian penting dari rangkaian proses pembelajaran mahasiswa arsitektur yang menekankan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Studi ekskursi dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat menyaksikan secara langsung penerapan konsep, teori, dan teknologi arsitektur yang berkembang di berbagai wilayah, baik di dalam maupun luar negeri.
Acara pelepasan dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia, Dr. Ir. Andi Syarifuddin, S.T., MT., Ketua Jurusan Arsitektur, Dr. Ir. H. Ansarullah, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Sekretaris Jurusan Arsitektur, Gusti Hardyanti Musda, S.T., M.Sc., dosen Program Studi Arsitektur, Ir. Arinda Wahyuni, S.T., M.Ars., para dosen pendamping, pihak travel, serta mahasiswa peserta studi ekskursi. Kehadiran unsur pimpinan fakultas dan jurusan tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Andi Syarifuddin, S.T., MT. menyampaikan bahwa studi ekskursi merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membentuk karakter profesional. Ia menekankan bahwa pembelajaran di luar kelas memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan observasi, analisis, dan pemecahan masalah secara langsung di lapangan.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat saling membantu selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, studi ekskursi tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kedewasaan sikap, kemampuan bekerja dalam tim, serta tanggung jawab individu sebagai bagian dari komunitas akademik Fakultas Teknik UMI.
Selain itu, Wakil Dekan I mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental, mengingat mobilitas dan intensitas kegiatan yang cukup tinggi. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa tetap memiliki kewajiban akademik, terutama dalam pengerjaan tugas dan penyusunan laporan studi ekskursi yang nantinya akan dibawa kembali ke kampus sebagai bahan pembelajaran, evaluasi, dan pengembangan kurikulum di Program Studi Arsitektur.
“Kesempatan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga dan memiliki manfaat besar bagi mahasiswa. Oleh karena itu, manfaatkan kegiatan studi ekskursi ini dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ir. H. Ansarullah, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. selaku Ketua Jurusan Arsitektur menekankan bahwa mahasiswa peserta studi ekskursi merupakan duta institusi yang membawa nama baik Universitas Muslim Indonesia di luar kampus. Ia mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjaga etika, disiplin, dan tanggung jawab, baik selama kegiatan akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari selama berada di luar daerah dan luar negeri.
Ia juga menegaskan pentingnya mematuhi seluruh arahan dan ketentuan yang telah ditetapkan, menjaga kesehatan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pendamping dan pihak terkait demi kelancaran dan keselamatan kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama, Ir. Arinda Wahyuni, S.T., M.Ars. selaku dosen Program Studi Arsitektur menyampaikan bahwa studi ekskursi ini merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk belajar langsung di negeri orang. Menurutnya, pengalaman internasional menjadi bekal penting dalam membentuk cara pandang global mahasiswa arsitektur.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi mahasiswa dan institusi kepada kampus lain, bahwa Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia tidak hanya menekankan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mendorong pembelajaran aktif hingga ke tingkat internasional. Selain itu, studi ekskursi ini sekaligus menjadi media promosi akademik kepada masyarakat luas terkait kualitas, daya saing, dan visi global Program Studi Arsitektur FT-UMI.
Destinasi Singapura–Malaysia dan Yogyakarta–Surabaya dipilih karena memiliki kekayaan dan keragaman arsitektur yang dapat menjadi objek pembelajaran komprehensif. Mulai dari kawasan heritage, bangunan bersejarah, pusat kota modern, hingga penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dan smart city. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan studi komparatif serta mengaitkan temuan lapangan dengan teori yang telah dipelajari.

Melalui pelaksanaan studi ekskursi ini, Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia berharap mahasiswa Program Studi Arsitektur mampu meningkatkan kapasitas akademik dan profesional, memperluas jejaring, serta membawa pulang pengalaman, wawasan, dan inspirasi baru yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan citra institusi, dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.