Fakultas Teknik UMI Gelar Rapat Senat Luar Biasa: Bahas Kurikulum, Pengembangan Laboratorium, dan Inovasi Kinerja

Makassar, 22 September 2025 – Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Rapat Senat Luar Biasa pada Senin, 22 September 2025, di Ruang Senat Fakultas Teknik UMI. Rapat ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua jurusan, dosen senior, serta anggota senat lainnya.

Agenda utama rapat adalah membahas tiga isu strategis, yaitu penyusunan kurikulum ajar yang relevan, pengembangan laboratorium, dan inovasi kinerja kelembagaan.

Konteks Tantangan Pendidikan Tinggi 2025

Dalam pembukaan, Prof. St. Maryam menegaskan bahwa rapat ini bukan hanya agenda rutin, melainkan respon nyata terhadap dinamika global pendidikan tinggi. Tahun 2025 ditandai dengan berbagai perubahan besar, antara lain:

  1. Transformasi Digital – Perguruan tinggi dituntut untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam seluruh aspek pembelajaran, mulai dari sistem akademik, riset, hingga layanan administrasi.
  2. Revolusi Industri 4.0 & AI – Munculnya teknologi kecerdasan buatan, otomatisasi, dan big data mengubah cara dunia industri beroperasi. Perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan cepat.
  3. Green Energy & Sustainability – Isu energi terbarukan, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan menjadi sorotan global. Fakultas teknik dituntut melahirkan inovasi yang ramah lingkungan.
  4. Kompetisi Global – Mahasiswa dan lulusan tidak lagi hanya bersaing secara lokal, tetapi juga menghadapi kompetisi internasional. Kualitas kurikulum, penelitian, dan publikasi menjadi tolok ukur penting.

Menurut Prof. St. Maryam, kondisi ini menuntut Fakultas Teknik UMI untuk tidak hanya menjaga standar, tetapi menjadi pionir dalam inovasi dan kolaborasi global.

Kurikulum: Menjawab Kebutuhan Masa Depan

Rapat menyoroti urgensi reorientasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

“Kurikulum bukan dokumen statis, melainkan peta jalan yang harus terus disesuaikan dengan arah perubahan zaman. Lulusan Fakultas Teknik UMI harus dibekali kompetensi teknis, kemampuan adaptif, serta wawasan keberlanjutan,” jelas Prof. St. Maryam.

Beberapa poin yang diusulkan dalam rapat meliputi:

  • Integrasi mata kuliah berbasis AI, digitalisasi, dan energi terbarukan.
  • Kolaborasi dengan industri strategis untuk menciptakan kurikulum berbasis kebutuhan nyata.
  • Penguatan aspek soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan problem solving.

Laboratorium: Dari Fasilitas Menjadi Pusat Inovasi

Laboratorium dipandang sebagai jantung pengembangan sains dan teknologi di Fakultas Teknik UMI.

Ketua Jurusan Teknik Mesin, Dr. Ir. Muhammad Balfas, M.T., menekankan: “Laboratorium harus dikembangkan bukan hanya untuk praktikum mahasiswa, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan penelitian terapan yang bisa menjawab persoalan bangsa.”

Rapat merekomendasikan:

  • Modernisasi peralatan laboratorium sesuai standar industri.
  • Laboratorium lintas disiplin untuk mendukung riset kolaboratif antarprodi.
  • Peningkatan standar keselamatan dan manajemen berbasis ISO.

Dengan langkah ini, laboratorium Fakultas Teknik UMI diharapkan menjadi pusat unggulan riset teknologi di Indonesia Timur.

Inovasi Kinerja: Membangun Tata Kelola Adaptif

Selain aspek akademik dan riset, rapat juga menekankan pentingnya inovasi tata kelola kelembagaan.

Dr. Ir. Andi Syarifuddin, S.T., M.T., menyampaikan: “Inovasi kinerja harus mencakup digitalisasi administrasi, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan budaya kerja kolaboratif. Kita harus bergerak menuju tata kelola modern yang transparan dan akuntabel.”

Langkah yang disepakati meliputi:

  • Penerapan sistem informasi terintegrasi dalam pelayanan akademik.
  • Penguatan manajemen berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan.
  • Program peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.

Harapan dan Penegasan

Rapat ditutup dengan penekanan dari Prof. St. Maryam bahwa Fakultas Teknik UMI memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak engineer muslim yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter Islami.

“Kita hidup di era kompetisi global yang menuntut kecepatan adaptasi. Fakultas Teknik UMI harus menjadi pelopor dalam melahirkan inovasi yang tidak hanya berdampak bagi dunia industri, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan umat,” tegasnya.

Dengan Rapat Senat Luar Biasa ini, Fakultas Teknik UMI semakin menunjukkan posisinya sebagai fakultas teknik terdepan di Indonesia Timur yang siap menghadapi tantangan global 2025 dengan kurikulum visioner, laboratorium modern, dan tata kelola inovatif.