Dosen Fakultas Teknik menjadi Narasumber pada kegiatan Pelatihan Inovasi & Daya Saing Produk Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia di Desa Binaan UMI ,Desa Sanrobone Kab.Takalar

Makassar, ft.umi.ac.id – Dua dosen Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ir. Rizki Ayu Saraswati, S.T., M.T. dan Ir. Arinda Wahyuni, S.T., M.Ars., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Inovasi & Daya Saing Produk Pengabdian Kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) UMI. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 8 September 2025, di Pesantren Mizanul Ulum, Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya UMI dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan lembaga pendidikan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya guna. Fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan ecobrick sebagai inovasi ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik sekaligus meningkatkan daya saing produk hasil pengabdian masyarakat.

Dalam paparannya, Ir. Rizki Ayu Saraswati, S.T., M.T. menyoroti bahaya sampah plastik yang semakin mengancam lingkungan, terutama di kawasan pesisir.

“Sampah plastik saat ini menjadi ancaman serius bagi lingkungan, terutama di kawasan pesisir. Melalui ecobrick, kita bisa mengubah masalah itu menjadi solusi. Botol-botol plastik yang semula mencemari laut dan tanah kini bisa disulap menjadi bahan untuk infrastruktur ringan dan produk kreatif yang bermanfaat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ir. Arinda Wahyuni, S.T., M.Ars. menjelaskan bahwa proses pembuatan ecobrick sangat sederhana namun memiliki dampak besar.

“Cara membuat ecobrick sebenarnya sederhana — cukup dengan memadatkan sampah plastik ke dalam botol hingga padat. Namun manfaatnya luar biasa. Ecobrick kini menjadi tren pelestarian lingkungan modern; selain ramah lingkungan, juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui produk kreatif seperti kursi, meja, hingga dinding taman,” terangnya.

Lebih lanjut, kedua narasumber menekankan pentingnya penerapan program semacam ini di lingkungan pendidikan, terutama di Pesantren Mizanul Ulum yang berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YW-UMI).

“Program seperti ini sangat baik diterapkan di lembaga pendidikan, termasuk di Pesantren Mizanul Ulum Sanrobone. Melalui pelatihan ecobrick, siswa bisa menyalurkan kreativitas sekaligus berkontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan,” tambah keduanya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari santri dan tenaga pendidik. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan tercipta sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan inovasi berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen UMI sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.