Dekati Gen Z dan Alpha di Gorontalo dan Manado, UMI: Kami Kampus Inklusif Hormati Budaya dan Agama

Gorontalo– Universitas Muslim Indonesia (UMI) sedang mendekati Generasi Z dan Generasi Alpha di Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Pimpinan UMI datangi 2 provinsi di utara Pulau Sulawesi itu guna menarik minat para siswa kelas XI dan XII SMA/sederajat agar mau kuliah di UMI.

Caranya pun diawali dengan tryout. “UMI ingin memastikan anak-anak kita memahami peta persaingan sejak dini. Tryout ini bukan hanya simulasi ujian, tetapi bagian dari pendidikan karakter, kesiapan akademik, dan pembentukan mental pejuang masa depan,” kata Wakil Rektor V (Bidang Promosi dan Kerja Sama) UMI, Prof Muh Hatta Fattah dalam siaran pers, Rabu (11/2/2026).

Rabu hari ini, rombongan dari UMI mewakili 4 fakultas (Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat) ada di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Selain Hatta, dalam rombongan itu hadir pula Wakil Rektor IV (Bidang Tata Kelola Kampus Islami dan Pengembangan Pendidikan) UMI Dr Muhammad Ishaq Samad, Dekan Fakultas Kedokteran UMI Dr dr Nasrudin Andi Mappaware, Dekan FKG UMI Prof drg Moh Dharma Utama, Dekan Fakultas Farmasi UMI Prof Apt Aktsar Roskiana Ahmad, dan Wakil Dekan III FKM UMI Dr Andi Surahman Batara.

Setelah tryout di Kotamobagu, rombongan UMI akan mengikuti Pameran Pendidikan dan Inovasi Perguruan Tinggi “Sulawesi Education and Techno Expo 2026” di Manado, Sulut, Kamis (12/2/2026).

UMI menegaskan, kendati berlabel kampus Islam, namun inklusif. Sejak 25 tahun lalu atau tahun 2000, UMI menerima mahasiswa non-Muslim (Kristen, Hindu, dll.)

UMI memperlakukan mereka secara adil, menciptakan harmoni, dan menganggap kampus sebagai rumah bersama tanpa diskriminasi. 

“UMI menghormati dan merayakan keberagaman budaya, agama, dan latar belakang sosial. Mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia Timur—termasuk Sulawesi Utara dan Gorontalo—telah menjadi bagian dari keluarga besar UMI,” kata UMI dalam siaran persnya.(*)