Berbenah Menuju World Class University

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Peranan alumni diperlukan untuk memberikan kontribusi untuk meningkatkan akreditasi Jurusan Teknik Sipil.

Hari-hari belakangan ini, kampus-kampus di Makassar tergoda sebuah idiom dan wahana kebesaran bernama ‘world class university’. Satu di antaranya Universitas Muslim Indonesia yang sedang berbenah menuju World Class University. Untuk sampai ke sana, Jurusan Teknik Sipil harus mendapat akreditasi A yang ditargetkan 2018 mendatang. Sebelumnya, Teknik Sipil mengantongi akreditasi B pada 27 Oktober 2005 lalu.

Akreditasi adalah sebuah penilaian terukur, dimana salah satu penilaiannya datang dari masyarakat umum. Karenanya,kata Dekan Fakultas Teknik UMI, Dr.Ir.H.Hanafi Ashad,MT diperlukan peranan alumni yang selama ini terjun langsung ke masyarakat. “Jadi harus ada komunikasi eksternal yang melibatkan alumni,” ungkap Hanafi yang ditemuai akhir Agustus lalu. Menurutnya, alumni bisa berkontribusi pada almamaternya, terutama terkait kesinambungan sumber daya manusia.

“Di angkatan saya sudah banyak yang mapan, banyak yang berniat memberi kontribusi, dan saya pikir kontribusi bisa dalam bentuk penyediaan beasiswa terhadap mahasiswa berprestasi,”kata Hanafi. Pemberian beasiswa ini akan berdampak pada perubahan situasi positif terutama atmosfir akademik akan jauh lebih baik, memacu mahasiswa untuk berlomba mendapatkan predikat terbaik.

Ditemui terpisah, A. Tobo Hairuddin, alumni Teknik Sipil angkatan 1981 ini mengaku siap mengenai penyediaan beasiswa tersebut. Hal senada diungkapkan Didi Habi yang masih satu angkatan dengan Tobo, mengusulkan agar alumni-alumni yang ingin menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, bagusnya dikumpulkan dan sifatnya berkelanjutan setiap semester, sebab bila penyediaan beasiswanya satu alumni satu mahasiswa, cukup rentan karena menyangkut masa depan mahasiswa dan jangan sampai terhenti di tengah jalan.

Tak hanya dalam bentuk beasiswa, Hanafi juga menaruh harapan besar terhadap alumni semacam kerjasama dengan beberapa perusahaan dengan kolerasi saling menguntungkan. Dia berharap, pada malam ramah tamah nanti ada semacam penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU). Program semacam magang ini sangat membantu pihak kampus dalam mengembangkan SDM khususnya para mahasiswa dan alumni baru. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan Jurusan Sipil kualitasnya bertambah baik dan menjadi titik transit untuk mencari pengetahuan kepraktisan sebelum masuk pada dunia kerja yang nyata.

Menurut Hanafi, seseorang sudah mendapat label penggangguran, ketika selesai meraih gelar serjana dan lewat dari 6 bulan tappa bersentuhan dengan dunia kerja. “Jadi kita antisipasi lulusan sudah mendapat kerja sebelum enam bulan masa kelulusannya.”

Nah, untuk mewujudkan ini, kampus dalam hal ini pihak fakultas perlu bersinergi dengan alumni yang sudah berada dalam wadah IKA. Dalam peningkatan akreditasi, alumni kata Hanafi selalu dilibatkan, karena keberadaan alumni adalah bagian tak terpisahkan dari fakultas atau jurusan .Pada saat  penyusunan kurikulum, kita bahkan memanggil perwakilan IKA untuk memberi masukan.

Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Minim

SDM memeran peranan penting untuk menuju World Class University, dimana tenaga pengajar minimal separuhnya sudah bergelar doktor. “Kalau tahun depan syarat sumber daya manusia sudah tercapai, kita akan dorong Jurusan Teknik Sipil mengajukan akreditasi lebih awal,” ungkap Hanafi. Tak hanya dosen-dosen bergelar doktoral, kami juga mendorong tenaga pengajar meraih gelar professor.

Saat ini, jumlah mahasiswa Teknik Sipil yang tercatat 1.281, jumlah ini sudah termasuk mahasiswa angkatan 2016. Adapun standar rasio antara mahasiswa dan dosen yang ideal adalah 1 : 30. Tapi saat ini jumlah dosen di Teknik Sipil hanya 40 orang, dimana baru 5 orang di antaranya yang bergelar doktor, selebihnya masih bergelar magister. Dari 35 dosen ini, kata Sekretaris Jurusan Teknik Sipil, Andi Alifuddin, ST. MT ada 20 orang yang sementara mengikuti pendidikan doktoral masing-masing 2 di Unhas dan 18 lagi di Universitas Brawijaya.

Ditemui terpisah di ruang kerjanya, Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir.Alimin Gecong,MT mengungkapkan untuk pencapaian peningkatan akreditasi A menuju WCU ini, perlu dilakukan pembenahan. Dimana, pembenahan paling pokok yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas tenaga pengajarnya.

Tak hanya tenaga pengajar, sarana dan prasarana serta pelayanan akademik juga menjadi poin yang harus ditingkatkan. Untuk fasilitas misalnya, saat ini sedang dilakukan pembenahan ruangan kelas dan aula khusus jurusan, kemungkinan juga akan ada penambahan ruangan dosen.

Masih seputar fasilitas, saat ini masih ada laboratorium yang belum sesuai standar. Kepala Laboratorium Mekanika Tanah Zaifuddin,ST.MT mengungkapkan masih belum lengkapnya alat-alat yang masih perlu dilakukan pembaharuan. Untuk pembaharuan alat-alat ini sudah diajukan, hanya saja jumlahnya yang cukup besar sehingga pihak rektorat perlu waktu untuk mempertimbangkannya karena butuh budget yang cukup besar pula. “Setelah peralatan lengkap, barulah kami akan mengajukan standarisasi ke Komita Akreditasi Nasional,” kata Zaifuddin.

Menurut Zaifuddin, untuk alat-alat ini, alumni bisa ikut memberi sumbangan dalam bentuk materi yang minimal bisa menyiapkan alat-alat ringan seperti timbangan baik manual maupun digital dan gelas ukur. Kemudian, jika ada rekan-rekan alumni yang punya peralatan baru mengenai mekanika tanah, kata Zaifuddin pihak laboratorium dan alumni bisa berkolaborasi untuk membuat pelatihan.

Kondisi Laboratorium Mekanika Tanah yang serba kekurangan dan belum terstandarisasi juga terjadi pada Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya. “Perlu ada pembenahan total karena alat-alat yang ada sudah tidak sesuai standar operasional untuk penelitian,” ungkap Ir.Hj. Asma Massara,MT, Kepala Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya. Pembenahan peralatan untuk melibatkan alumni, kata Asma akan cukup berat karena harga alat-alat mencapai miliaran. “Yang kami harapkan dari alumni adalah membantu memperbaiki SDM dengan ikut terlibat memberikan pelatihan-pelatihan, termasuk kunjungan proyek di lapangan, dan sharing informasi-informasi terbaru seputar transportasi dan jalan raya.

Kondisi yang cukup menggembirakan di laboratorium Ilmu Ukur Tanah dimana peralatannya sudah sesuai standar karena masih keluaran 2015, selain itu, setiap tahun dilakukan kalibrasi atau pembaharuan sehingga sudah bisa dipakai penelitian oleh mahasiswa pascasarjana. Kepala Laboratorium Ilmu Ukur Tanah, Salim, ST.MT berharap alumni bisa berkontribusi dalam hal pemberdayaan mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuannya, mengingat penelitian mahasiswa dibidang ini juga masih tergolong kurang.

Ir.Muh Anwar Mapiasse,MT selaku kepala Laboratorium Struktur dan Bahan, yang berharap alumni ikut berperan memberikan sumbangsi dalam bentuk gagasan strategi dan dan berbagi pengalaman. Sayangnya percepatan penyelesaian masa studi membuat mahasiswa serba terburu-buru dan terkesan mengejar kuantitas semata, nyaris tak ada waktu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan kualitas. Hal senada diungkapkan Dr.Ir.Ratna Musa,M.Sc, Kepala Laboratorium Hidraulika.

Selain peralatan, sumber daya manusia dalam hal ini asisten laboratorium juga masih menjadi kendala. Dimana rata-rata asisten adalah mahasiswa yang masih aktif kuliah, sehingga begitu kelar mereka langsung mencari pekerjaan. “Asisten di laboratorium seharusnya tenaga tetap,” ungkap Ratna.  Saat ini kata Ratna, laboratorium hidraulika hanya bisa dipakai untuk penelitian mahasiswa S1, untuk penelitian mahasiswa pascasarjana perlu ada penambahan ruang dan fasilitas.

Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir Alimin Gecong, MT mengatakan untuk menuju WCU ini, perlu ada kerjasama yang baik antara pihak rektorat dan yayasan. Rektorat misalnya perlu membuka ruang untuk penelitian-penelitian dosen.

Sedangkan peranan alumni sendiri, kata Alimin merupakan salah satu terobosan yang dibutuhkan dalam membantu jurusan meningkatkan akreditasi. Alumni bisa memberikan kontribusi dalam bidang keilmuannya, apakah itu disiplin keilmuan, pemprograman, atau ilmu praktisi di lapangan karena melihat persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang sudah sangat maju.

Karenanya komunikasi dan koordinasi dengan alumni sangat penting  untuk dibangun dan salah satu wadahnya adalah Reuni Alumni Teknik Sipil yang dilaksanakan tanggal 16 -17 September 2016 mendatang. “Saya kira ini akan menghadirkan atmosfir baru di Jurusan Sipil,” ungkap Alimin.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik UMI (IKA FT-UMI), Ir.H.Munir S.Patunrengi mengatakan reuni akbar alumni teknik sipil ini, salah satu tujuannya adalah alumni mempunyai kewajiban moril untuk melihat apa kekurangan dan yang di butuhkan fakultas dan jurusan sehingga alumni dapat berkontribusi, karena peran alumni terhadap fakultas sangat besar. “Kita semua bekerja di luar dengan membawa bendera alumni fakultas bahkan universitas.”

Dengan terjalinnya komunikasi, minimal hubungan emosional, antara junior dan senior dapat saling mengenal dan juga antara alumni dengan kampus. Apa yang bisa diberikan kepada almamater, semacam hubungan timbal balik dari segi pemanfaatan. Selama ini, kata Munir, sarana informasi menjadi kendala IKA dalam bekerjasama dengan pihak fakultas maupun kampus.

Pana reuni ini akan ada acara simbolis yakni penandatanganan MoU. Dimana pengurus IKA akan mendata siapa-siapa alumni yang memiliki perusahaan dan bisa bekerjasama dengan fakultas.

Bentuk kerjasama yang dimaksud ialah IKA memberikan fasilitas berupa informasi untuk alumni baru yang  belum bekerja mengenai lapangan pekerjaan, agar kedepannya Teknik Sipil UMI tidak mencetak sarjana pengangguran. Dan tentu dari data kesuksesan alumni akan mempengaruhi akreditas dari program studi.

Wakil Rektor II  Dr. Ir. H. Iskandar BP, M.Sc mengatakan kendala pihak birokrasi dalam mewujudkan WCU sebenarnya bisa dikatakan tidak ada. WCU adalah sebuah proses yang harus dicapai dengan membangun komitmen bersama antara rektor dengan jurusan, rektor dengan yayasan sehingga dalam mencapai WCU ini tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. “Dari 56 prodi, tidak mungkin kita jadikan WCU secara bersamaan,” katanya.

Khusus untuk mekanisme tentang penganggaran dan kebutuhan sarana dan prasarana untuk mencapai World Class University perlu melakukan koordinasi yang lebih terstruktur. Kebutuhan dana untuk penelitian  yang tidak sedikit itu, mulai tahun kemarin rencana anggaran amanah tahunan kebutuhan sudah mampu menampung 400 judul riset dimana setiap prodi kita genjot 10 judul. Tahun ini kami targetkan menghasilkan 300 riset.

Berdasarkan penilaian dikti dari 3320 PTN dan PTS, UMI berada pada urutan 34, kualitas SDM 3,54, kualitas manajemen 3,1 , kualitas kemajuan nol dan kualiatas riset dan publikasi 1,1. Sebab  tahun lalu hanya menghasilkan riset sebanyak 82 judul. Secara bertahap dilakukan pembenahan untuk mencapai target. Pembenahan meliputi bagaimana kebutuhan infrastruktur, kebutuhan kesejahteraan dan kebutuhan pengembangan SDM.

Menurut Iskandar, penandatanganan MoU dengan alumni adalah hal yang sangat positif, alumni misalnya bisa memberi masukan tentang kurikulum yang relevan dengan pasar. Ia juga berharap, kegiatan reuni ini mampu membangun sinergitas, semacam membangun komunikasi yang intens tentang apa yang menjadi kekurangan kurikulum, sebaliknya juga tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Dengan komunikasi yang terbangun ini, diharapkan mampu tercipta hal positif dan tidak tertutup kemungkinan lulusan akan dapat menguasai pasar kerja.”

Sekretaris Yayasan UMI, Ir. H. Lambang Basri Said, MT.PhD mengungkapkan bahwa khusus Teknik Sipil sendiri memang masih lemah terutama masih kurangnya riset-riset. Jadi untuk menuju WCU, yang paling penting dibangun adalah semangat dosen untuk meneliti, karena penelitian dan riset adalah nafas dari sebuah prodi.

Lambang berharap, reuni yang digelar ini tidak hanya menjadi ajang seremoni. Tapi menjadi poin awal untuk membangun akselerasi akademik untuk meningkatkan SDM, kerjasama yang aktual tanpa intrik-intrik politik, dan yang terpenting adalah membuat rencana aksi. “Kami dari pihak yayasan sangat siap,” tambah Lambang.(***)

Supriadi  LB | Nur Imrah| Atika Hilwani

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *